Lupa, berarti melupakankah?

(Source: leilockheart)

Ini semua berawal dari ngebaca blog temen gw yang secara tidak sengaja ngelihat dia ngepost di salah satu jejaring sosial tentang tulisannya, gw baca, dan tiba-tiba gw kangen nulis! Ya! Kangen nulis!

Nulis apa? Entahlah. Sampai detik ini bahkan gw belum tau mau nulis apa. Nulis aja dulu pokoknya.

Belakangan, gw ngerasain apa yg namanya kesimpang-siuran persepsi. Apa itu kesimpang-siuran persepsi? Gw juga nggak tau, soalnya gw sendiri bingung kata apa yang paling tepat untuk ngejabarinnya.

Kesimpang-siuran persepsi kali ini bertemakan ‘pacar’. Ya pacar!! Pacar yang sampai sekarang gak gw temuin!! Kemana kamu hey!!

Oke, curhatnya disudahi sampai disini. Back to topic.

Apa sih pacar itu menurut kalian? Mungkin ada yg jawab klise seperti pasangan, sahabat, teman, atau mungkin ada yg unik menjawab “My boyfriend is my lifestyle!” Kalo yang terakhir gw bingung, antara unik antara terlalu ******* (sensor)

Kalo gw pribadi, pacar itu hanya sebuah status. Status yang bisa meningkatkan strata sosial kamu di kalangan teman-teman kamu.

“Eh, pacar kamu kerja dimana?” atau “Eh, pacar kamu kuliahnya dimana?” kalimat itu sering terlontar bukan?

Atau yang lebih miris, “Eh, kamu udah pernah pacaran berapa kali?” Kalo ada yang nanya gitu ke gw, gw bakal jawab “belum pernah”. Tapi di dalam hati gw akan teriak-teriak “Emank apa urusan lo ha? Emank peduli apa lo ama gw ama pacar-yang-belum-ketemu gw hah?!?!”

Oke, back to topic lagi.

Tadi gw sampai mana? oke, pacar adalah status. Menurut gw hubungan cewek dan cowok yang saling menyayangi itu tidak hanya sebatas pacaran. Kita bebas saling menyayangi tanpa status yang bernama pacar. Cewek dan cowok memiliki hubungan yang lebih kompleks dan dalam, lebih dalam dibanding ‘pacar’.

Mari kita lihat satu contoh, gw punya teman yang hubungannya sudah-seperti-pacaran, tetapi mereka tidak-pacaran. Dan gw percaya mereka saling menyayangi, lebih, dibandingkan pasangan-pasangan lain yang berstatus pacar tapi sering bertengkar.

Tanpa status pacar, cewek dan cowok bebas menyayangi bukan?

Tapi kenapa sering kali kita meributkan status ‘pacar’ ini?

Seperti yg sudah gw bilang di atas, status tersebut akan menegaskan hubungan dan menaikkan strata mereka di kalangan sosial. Dan yang paling penting adalah status tersebut dapat menghindari kita dari galau-akut-akibat-single.

Walaupun gw dan dia saling menyayangi, mungkin kita butuh status, tapi sepertinya nggak ada diantara kita yang berani mengubah keadaan.

Ya, inilah tulisan abstrak gw setelah kekangenan gw akan menulis (walaupun sudah enek nulis buku-syarat-sarjana). Tanpa konsep. Tanpa arah yang jelas. Banyak curhat colongan. Yang jelas, kekangenan gw sama nulis sedikit berkurang.

Hi, tumblr. ! Long time no see you!

It’s called Brain Travelling

(Source: leilockheart)

Everytime I try to tell what I feel to somebody …

(Source: leilockheart)

Hari ini banyak teman yang sudah resmi menjadi sarjana.. Selamat! Terus berjuang!

Semoga saya cepat menyusul

Arsitektur tradisional nusantara, sudah selayaknya kita bangga. Ironisnya literatur terkait lebih banyak disusun oleh orang asing. Semakin sedikitkah masyarakat lokal yang menghargai arsitektur tradisional, dan sebaliknya malah mengagung-agungkan arsitektur asing?

Don’t try to be the best, but do your best! - Felicia Ellora

Now, I know why they would never happen

someday… i will